just wanna be my self

AHLAN WA SAHLAN

WELCOME to my site... ini adalah blog pribadi saya... masih banyak kekurangan di sana sini, masih belajar, makanya mohon kritik dan saran. syukron
  • A Great Mom

Terbaru

YANG TAK AKAN TERLUPA

ibuku, salamku kuhaturkan padamu
ibuku, terima kasih s’gala jasa-jasamu
kau gayut tanganku dengan mesra
saat ku dalam gulita…
kau peluk diriku dalam hangat…
saatku resah gelisah
ibuku, terimalah… salam hormat dariku
ibuku, meskipun… kau tak butuhkan itu
segala nasehatmu kepadaku
membuka iman qolbuku
semua petuahmu tulus bagiku
akankah kudengar lagi

oh ibuku kau bimbinglah diri ini
yang mengharap ridhoNya
aku lemah, aku jahil tanpa bimbingan darimu
kau penyabar, kau penyantun, kau pengasih
kepada anak-anakmu
masam mukaku, kau balas dengan senyummu

ibu…maafkanlah
ku tak bisa bahagiakanmu
ibu…doakan ku
menghantarkan cita-citamu….

by SHOLIHIN ABU IZZUDIN-> dinyanyikan dengan nada seperti lagu Raihan,”Oh Tuhanku”

hmm, puisi yang akhirnya di lagukan oleh pak Sholihin Abu Izzudin -seorang penulis dan motivator-

Iklan

Today…

Must be better than yesterday

AKHIRNYA aku tahu…

Dalam sebuah diskusi. Malam itu…

Saat aku dan Ummi, tanpa sengaja pembicaraan kami tiba-tiba mengantarkan kami pada banyak hal.. diskusi, masa lalu, parenting, a lot of things.

Akhirnya, malam itu.. sebuah pertanyaan rahasia yang selama ini hanya mampu ku pendam. Akhirnya aku tahu jawabnya, tanpa harus bertanya pada Ummi ataupun memintanya.

Ya, seiring beranjak remaja, dewasa. Aku merasakan perlakuan Ummi dan Abi yang amat sangat berbeda kepada kami bertiga –anak-anaknya. Kakakku seperti anak emas di keluarga kecil kami. Setiap perkataannya menjadi bahan pertimbangan ortu dan selalu di dengar. Tapi jika aku dan adikku yang bicara… hmm seolah pembicaraan kami di anggap angin lalu dan ah, sulit dijelaskan.

Jika kakakku marah, ortu mengkeret, dan segera mencari solusi untuk meredakan kemarahannya. Atau minimal.. bersabar saja. Dan jika aku marah, ortu justru semakin marah karena dianggap tidak pantas dan durhaka, seorang anak marah kepada orang tuanya. Entahlah…

Dan malam itu.. akhirnya aku tahu… kenapa mereka memperlakukan kakakku dengan istimewa.

Dan malam itu… Ummi menceritakan masa lalu kami bertiga…

Dan malam itu… Ummi menjadi wanita termulia yg pernah ku temui. Atas segala pengakuan dan kesalahannya…

Ya, Ummi. Di kala mudanya benar-benar seorang wanita idealis. Sangat keras dalam menerapkan dan mempertahankan idealismenya. Dan hingga sekarang, aku masih menemukan hal itu …

Ummi muda adalah seorang ibu yang sangat menginginkan anak-anak “perfect”. Bukan sekedar anak-anak yang cerdas dan pintar, tapi berakhlaqul karimah dan meniru Rosul di setiap tindakan.

Maka kami di didik untuk patuh terhadap segala perintah Ummi. Saat disuapi, tak boleh sambil lari2 layaknya anak2 lain. Saat di ajak ke supermarket, kami tidak boleh merengek meminta sesuatu, sekalipun itu mainan remeh, permen dan barang2 yang ortu mampu membelinya. Namun, jika kami menginginkan sesuatu, kami diperkenankan melakukan satu hal. Menahan keingingan itu.

Aku tidak pernah mengeluh dan menyesalkan tarbiyah Ummi yang keras itu. Tapi yang masih ku ingat adalah…

Saat kami diajari Iqro’ secara bergilir di rumah, yang pertama adalah kakakku. Sementara aku menunggu giliranku, jelas ku ingat, bagaimana Ummi memarahi, bahkan tidak segan memukul kakak jika mengalami kesulitan membaca “ a.. ba…ta..”. melihat itu… saat giliranku, aku bersiap di marahi. Tapi … AJAIB. Ternyata aku tidak apa-apakan. Bacaanku lancar.

Begitu pula, saat Ummi mengajarkan matematika pada kakak. Ugh, aku tak sanggup melihatnya. Ujung-ujungnya pasti tangisan kakak karena di bentak2 Ummi. alhasil, hingga dewasa pun. Kakakku yang –sebetulnya- jenius itu, phobia dengan matematika. Ya, aku tahu kakakku jenius, tapi entah mengapa ia selalu bangga jika nilai matematikanya merah, sementara pelajaran lainnya, di atas delapan. Ini tak main-main, suatu hari aku pernah membuka rapotnya.

Semua pelajaran mendapat nilai di atas delapan kecuali satu pelajaran yang mendapat nilai empat. Matematika. Ya Rabb, sampai begitukah kakakku membenci matematika?

Ummi mengakui, kakakku memang korban idealismenya saat itu. Ya, kakakku serba di tuntut untuk yang terbaik. Selalu bertanggung jawab terhadap adik-adiknya. Menjadi sasaran dan target pertama untuk hukuman atas suatu kesalahan. Sementara kami, adik-adiknya, cukup mendapat pelajaran untuk tidak meniru kesalahan kakak kami.

Ummi berkata, “saat Ummi baca buku-buku psikologi dan pendidikan anak, mengikuti seminar-seminar parenting, menonton televisi… Ummi baru sadar bahwa cara mendidik kakakmu itu salah. Ia Cuma jadi korban ketidaktahuan Ummi terhadap psikologi pendidikan anak. Tapi, saat Ummi menyadari kesalahan itu, kalian sudah terlanjur besar.”

Ummi menghela napas, “Ummi tahu, sebetulnya kakakmu itu pintar matematika, tapi karena kesalahan Ummi mengajarinya dengan kekerasan, ya akhirnya phobia hingga dewasa…Besok kamu harus lebih baik dalam mendidik anak-anakmu ya…”

Aku ingin menangis, namun ku tahan.

Ummi, di balik kerasnya sikapmu dalam memegang idealisme… tidak menghalangimu untuk mengakui kesalahanmu. Nyaris tak pernah ku jumpai orang tua yang mau mengakui kesalahan di depan anak-anaknya, Ummi.

O Alloh, thanks for sending an angle to me….

Smoga ada hikmah yang bisa anda petik.

BUAT 3 KANDIDAT HARAMAIN 2010

Bismillah…

Assalamualaikum wr wb.

 

Tulisan ini saya susun, khususnya buat para ibu muda, atau –ehm- calon-calon ibu muda –lebih khusus lagi- para Mujahidah-mujahidah HARAMAIN 2010.A Great Mom

Saya sempat berpikir, “ah… aku saja belum menjalani sebuah pernikahan, rasanya tak pantas menulis sesuatu yang berbau “parenting” atau yang sejenisnya.”. tapi keraguan itu tertepis begitu saja begitu melihat realita mayoritas yang ada, di mana para aktifis-aktifis, mereka yang mendapat status sebagai ustadz/ah, dai/ah, muballigh/ah, mereka mampu mengajak ummat untuk meneladani kehidupan Rosululloh SAW dari segala sisi. Namun ketika menengok lebih dalam, ke dalam kehidupan rumah tangga mereka. Hmm, saya tidak katakan -mereka “tidak” meneladani bagaimana rosululloh SAW berumah tangga,- tapi tepatnya –mereka “belum” sepenuhnya meneladani apa yang Rosul contohkan dalam kehidupan berumah tangga.

Yang lebih miris adalah, karena masyarakat terlanjur mengadakan penilaian bahwa mereka –aktifis, ustadz/ah dkk- adalah yang bisa mereka teladani sebagai ummat Islam. Karena keluarga aktivis adalah sebuah potret rumah tangga islami, buat mereka 24 jam kehidupan aktifis adalah simbol rumah tangga islam.

Nah, tentunya jangan sampai karena sikap, perilaku, moral dan segenap tindak tanduk kita, masyarakat awam semakin menjauh dari Islam. Padahal perilaku, sifat dan sikap tersebut bukanlah apa yang islam ajarkan.

Jangan sampai masyarakat yang ingin mengenal Islam lebih dalam, justru menjauh darinya gara-gara sikap kita yang tidak Islami.

Okay, saya ingin lebih spesifik saja. Kita mulai penerbangan menuju “Rumah Tangga Islami”. Dalam perjalanan ini kita akan transit pada beberapa area untuk beristirahat, dan mengisi bahan bakar. Rekatkan sabuk anda, karena kali ini kita akan landing di area “kekompakan”. “>(^_^)<”

Nah, sampai sudah. Saya ingin menyampaikan, bagaimana mengawali kekompakan dalam rumah tangga. Wah, renyah sekali ditemani senandung al baqoroh saat menulisnya…^^

Hmm, kompak? Sebenarnya apa yang dimaksud “kompak dalam berumah tangga?” Buat saya, -berdasar pengamatan terhadap kehidupan ortu saya-, kekompakan itu bukan sekadar kompak seiya sekata dalam setiap mengambil keputusan. Namun dalam roda kehidupan rumah tangga, kekompakan yang paling tepat adalah

  1. Kekompakan dalam meneladani Rosululloh

Di sini, yang saya maksud adalah bagaimana pasangan rumah tangga bisa kompak untuk saling mengingatkan, dan menasehati agar pola kehidupan mereka menjadi sebagaimana yang di contohkan oleh Rosul.

Hmm, sepertinya itu teori yang sudah nyaris bosan kita dengar, tapi ayolah coba kita benar-benar terapkan. Untuk langkah ini, jangan sekedar anda bicarakan dengan pasangan anda, “Sayang, -cieeh, maklum penganten baru ^^ – yuk kita teladani Kehidupan rumah tangga Rosul..”

Wah, kalau Cuma sekedar begitu sih, saya yakin sudah di ucapkan jauh-jauh hari saat taaruf!

Saya sarankan begini saja, ambil selembar kertas, atau bisa juga buku diary rumah tangga -cieeh! ^^ jadi iri deh- trus tulis di situ, Gede-Gede

“IKRAR RUMAHTANGGA”

Lalu, tulis di bawahnya beberapa point penting yang menjadi pijakan dalam rumahtangga. Seperti ini contohnya, -tapi kalau bahasanya mau diganti dan di sesuaikan dengan bahasa masing-masing pasangan, sok atuuh..-

 

I.          kami berjanji untuk meneladani segenap sisi kehidupan Rosul, sesuai apa yang beliau perintahkan

II.         bila salah satu dari kami tidak mematuhi ikrar pertama, kewajiban yang lain adalah mengingatkan.

III.       jika salah satu mengingatkan, maka yang bersalah harus mengakui kesalahan dan mengishlahnya.

 

Nah, kurang lebih begitu, lalu bubuhkan tanda tangan anda dan pasangan anda di bawahnya. TARAA… SELESAI.

Jika suatu saat pasangan anda menyelisihinya, misalnya –ssst.. kita ambil contoh sederhana yang sering di abaikan pasutri- sang suami setiap kali pulang ke rumah enak-enak duduk di atas sofa. Sementara sang istri kerepotan dengan pekerjaan rumah tangga, mencuci baju, cuci piring, nyuapin anak dan seabrek perkerjaan yang belum tuntas, alih-alih membantu, justru minta di buatin minuman yang segar –soalnya habis pulang kerja-. Nah, sebagai istri, ambillah pigura (kalau kertasnya tadi dibuat pigura^^)“Ikrar Rumahtangga”.

Tunjukkan pada suami anda, lalu dengan suara lembut, katakan padanya,“Suamiku tercinta, (prikitiew!) ini ikrar kita dahulu, sekarang dinda ingatkan, akankah Rosul membiarkan istrinya bekerja sementara beliau hanya minta dilayani? Bukankah Rosul juga pernah mencuci baju sendiri? Menjahit baju beliau sendiri?”

Kalau anda dan pasangan anda kompak, dengan melakukan hal di atas saya yakin ketegangan-ketegangan dan permasalahan-permasalahan kecil lainnya akan segera mencair dan tidak menjadi amarah yang terpendam yang suatu saat tiba-tiba eksplosif seperti merapi, ^_^.

Contoh di atas memang buat suami, tentunya ada juga kesalahan dari istri, misalnya masalah keuangan rumahtangga, dsb.

 

Duh, dari tadi saya nyerocos ternyata kita belum pindah area… padahal masih ada beberapa yang ingin saya bahas. Hmm, mungkin di lain kesempatan.

Ulasan ini saya tulis hanya berdasar pengamatan terhadap orang tua saya. Jadi perlu koreksi dan saran jika ada -yang menurut anda tidak tepat. Kritik dan saran bisa disampaikan langsung atau lewat email saya noen.amoz@gmail.com Monggo…

jika ada kekurangan, itu datangnya dari diri saya sendiri bila ada “kelebihan”, tolong dikembalikan (hehe ^_^ “??)

 

wassalamualikum wr wb

 

 

JAT Bantah Terlibat Kasus Perampokan CIMB Niaga

(cyberSabili.com)Rabu, 22 September 2010 03:35 Cetak PDF Pimpinan sementara Jama`ah Ansharut Tauhid (JAT), Achwan, membantah bahwa pihaknya terlibat pada kasus perampokan Bank CIMB Niaga di Medan, Sumatera Utara (Sumut), seperti yang dituduhkan Kepala Kepolisian Negara RI (Kapolri). “JAT tidak punya cabang di Medan, dan di luar Jawa baru ada di Bima, Nusa Tenggara Barat,” katanya di Jakarta, Selasa. Achwan mengatakan, pernyataan Kapolri, Jenderal Pol. Bambang Hendarso Danuri, bahwa kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan yang terjadi pada 18 Agustus 2010 bukan hanya kejahatan kriminal biasa, melainkan terkait dalam kasus terorisme, dianggap terlalu tergesa-gesa. JAT yang didirikan oleh Abu Bakar Ba`asyir diduga terlibat dalam kasus perampokan Bank CIMB Niaga pada pertengahan Agustus di Jalan Aksara Medan, yang juga menewaskan Briptu Imanuel Simanjuntak anggota Brigade Mobil Kepolisian Daerah (Brimob Polda) Sumut. Selain itu, perampok sadis tersebut juga menembak dua anggota satuan pengamanan (Satpam) Bank CIMB Niaga, M. Fahmi (28) dan Muchdiantoro (30), yang mengalami luka serius dan dirawat intensif di RSU Permata Bunda dan RS Gleni Medan. Dalam aksi yang dilakukan belasan orang dengan menggunakan senjata api dan pistol itu, perampok berhasil membawa uang Bank CIMB Niaga senilai lebih kurang Rp400 juta. “Pernyataan Kapolri itu tergesa-gesa dan selalu dikait-kaitkan dengan ustadz Abu atau JAT, mungkin nanti ada politikus yang juga akan dikait-kaitkan dengan JAT, seperti rekayasa di Aceh, jadi kepolisian sendiri yang merekayasanya,” kata Ichwan. Ichwan mengatakan sangat ironis bila Ba`asyir dituduh memerintahkan orang-orangnya untuk merampok, karena justru JAT ingin memberantas penyakit masyarakat (pekat). Berdasarkan hasil indentifikasi ada sekitar 33 orang yang terlibat kasus perampokan di berbagai daerah di tanah air, 18 di antaranya sudah ditangkap dan enam pelaku perampokan Bank CIMB Niaga Medan. Sedangkan, 15 perampok lainnya masih belum tertangkap dan terus diburu anggota Densus 88 Antiteror Mabes Polri. (ant)

YANG KADANG TERABAIKAN…

Well… sejenak saya terpekur…

Teringat saja dengan memory kemarin…

ketika senja beranjak pergi dan gelapnya petang menyelimuti… seorang ibu-ibu yang kira-kira berkepala lima (umur maksudnye…) tengah menyapu jalan paving dekat rumahnya. ditemani seorang balita yang membisu dalam gendongan selendang di belakang punggung ibu itu.

ibu itu adalah tetangga saya, dan balita itu adalah cucunya. setelah menyapa dan sedikit berbasa basi dengan mengajak bicara balita yang malu-malu kucing itu, saya melanjutkan misi saya keluar rumah (tebak…apa misi saya hayo…)

selang beberapa detik setelah membeli pesanan energen nenek saya, (lho, ternyata ini misinya .. jayus!) tangan ibu yang tadinya menyapu itu menarik lengan saya. (bayangin saya menoleh dengan gaya slow motion…)

“Mbak, saya minta tolong dong…” kata ibu itu. wah, kalau begini insting penasaran saya langsung terbuka lebar.

“Buat apa, Bu?”

“Ini…”(masih malu-malu kucing rupanya…)

“…”(saya nunggu saja.. pasti juga bakal bicara kok, meski awalnya malu-malu begitu… maklum, orang Solo.)

nah… sekarang saya adakan sayembara saja… kira2 lanjutannya bagaimana? apa yang sebenarnya di inginkan oleh ibu itu,.. dan kira2 bagaimana kelanjutan kisah tersebut?? monggo di tebak.. kalau ada yang benar saya beri hadiah… (pokoknya ada, tapi nggak usah tanya hadiahnya apa.. hehe..)

(^_^)?

PEMBAKAR ALQUR’AN TEWAS…

WASHINGTON (Arrahmah.com) – Ramai beredar kabar bahwa Bob Old, pendeta yang pembakar Al Quran di belakang rumahnya, tewas terpanggang dalam kecelakaan mobil. Hal ini sempat dilaporkan dalam sejumlah media belum lama ini. “Pastur Bob dari Tennesse AS yang minggu lalu bakar Quran, mati terpanggang dalam kecelakaan mobil yang fatal.” (www.firetrainingsite.com/article-pastor-bob-old-died-in-a-car-crash-sky-news.html),” demikian seperti dikutip dari salah situs forum terbesar di Indonesia, Senin (20/9). Ada beberapa situs lain yang disebutkan mengangkat berita tewasnya pendeta pembakar Al Quran dalam rangka memperingati tragedi 9/11 tersebut, antara lain : 1. Pastor Bob Old Died In A Car Crash (Sky News). (Pastor Bob Old Tewas dalam Kecelakaan Mobil, Sky News) 2. Pendeta Pembakar Alquran Tewas Terpanggang? (okezone.com) “Pendeta Bob Old dari Tennessee yang terlibat dalam pembakaran Alquran akhir minggu lalu, mengalami kecelakaan fatal pagi ini. Dia langsung meninggal di tempat. Di dalam kendaraannya, Polisi menemukan sebuah kotak dan Al Quran (dari turntoislam.com)” 3. Pastor Bob In Tennessee US Burnt Two Korans (On Saturday News) “Pendeta Bob dari Tennessee, AS, pembakar dua Al Quran” (dari Saturday News) “Pendeta Bob dari Tennessee, AS, yang membakar dua Al Quran pada Sabtu pekan lalu meninggal dalam kecelakaan yang fatal.” Namun anehnya, setelah memposting berita tentang kabar kecelakaan pastor Bob, beberapa situs sumber berita tersebut langsung sulit diakses. (beritajatim/arrahmah.com) Raih amal shalih, sebarkan informasi ini… Source: http://arrahmah.com/index.php/news/read/9209/pendeta-pembakar-quran-dikabarkan-tewas-mengenaskan-dalam-kecelakaan#ixzz109uwiIdk